Suami “Anak Mami” Apa Yang Harus Saya Lakukan?

Pasangan yang tidak mandiri bahkan manja kepada orangtuanya, seringkali menjadi batu sandungan dalam pernikahan. “Suami anak Mami” contohnya, setiap kali ada masalah maka suami “lari kembali” kepada orangtuanya.

Suami Anak Mami

Tanya: “Suami saya selalu membandingkan saya dengan Ibunya. Setiap masakan yang saya buat selalu di bilang lebih enak masakan Ibunya. Parahnya, setiap libur panjang suami selalu mengajak Ibunya menginap di rumah kami atau kami yang menginap ke rumah orangtuanya. Saya tidak merasakan hidup rumah tangga yang mandiri. Selalu bersama orangtuanya, bahkan liburan sekalipun orangtuanya selalu ikut bersama kami. Suami benar-benar “Anak Mami”. Apa yang harus saya lakukan?”

Jawab: Sebaiknya bicarakan hal ini secepatnya agar tidak menjadi “bom waktu.” Bicarakan dari hati ke hati apa yang ada di perasaan kamu. Bila perlu, ajak juga bicara orangtua maupun Ibunya dan biarkan mereka mengetahui perasaan kamu. Namun, bicaralah sebagai Menantu yang baik dan tidak menaburkan genderang perang. Sebab, sekali kita bermusuhan maka akan membuat situasi semakin tidak menyenangkan bahkan memperburuk keadaan.

Nah, apakah ada di antara Bunda yang mengalami hal serupa? Bisa di share di kolom komentar ya Bunda. Barangkali bisa memberikan masukan, saran atau nasihat kepada Bunda-bunda yang lain.



Categories: Konsultasi

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: